Kupas Kriminal // Muba
Langkah tegas keluarga Nabila menolak upaya damai dari pihak tersangka dilakukan karena pelaku dan keluarganya sempat menelantarkan dan mengabaikan korban yang sedang hamil.
Keluarga Nabila sepenuhnya menyerahkan penegakan keadilan kepada Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Muba, sekaligus mengapresiasi respons cepat kepolisian yang telah menangkap pelaku.
Kedua Orang Tua Nabila menolak mentah-mentah upaya damai dari pihak tersangka yang dinilai lambat dan tidak bertanggung jawab.
Sikap tegas tersebut diambil karena keluarga pihak laki-laki sebelumnya sempat mengabaikan Nabila,
tidak mau mengakui bahwa anak yang di dalam perut Nabila bukan anak tersangka.
Kini Nabila mengalami trauma berat, rasa malu, serta penurunan kondisi fisik akibat perbuatan pelaku yang sempat tidak mengakui kehamilannya.
Namun baru menunjukkan itikad meminta maaf setelah tersangka resmi ditangkap oleh pihak kepolisian.
Keluarga Nabila memberikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tinggi kepada Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Muba atas respon cepat dan langkah tegas dalam menangkap tersangka.
Dari pihak keluarga tersangka baru mendatangi keluarga Nabila untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya lalu mengajak berdamai setelah adanya penangkapan.
Hal ini ditolak karena pada masa-masa sulit sebelumnya,
pihak keluarga laki-laki terkesan tidak mengakui dan menelantarkan Nabila.
Meski tersangka telah mengakui perbuatannya,
Namun pihak keluarga Nabila bersikeras agar proses hukum di Polres Muba tetap berjalan sesuai perundang-undangan agar keadilan dapat ditegakkan.(Rendi.K)









