Kupas Kriminal // Mentok
Antrean panjang kendaraan di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat kembali memicu keluhan warga. Dari motor, mobil pribadi, hingga truk besar ngular hingga ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga sekitar.
*Mentok, 8 Juli 2026* – Pantauan Tim Kupas Kriminal di lapangan menunjukkan kondisi serupa di beberapa titik SPBU kecamatan Mentok. Antrian kendaraan terlihat mengular keluar area SPBU sejak pagi hari.
Di salah satu SPBU, puluhan motor terpaksa antre di bahu jalan karena area dalam SPBU sudah penuh. Cone pembatas dipasang petugas, namun tetap tidak cukup menampung kendaraan.
Truk pengangkut barang dan mobil pribadi terlihat bercampur dalam satu antrian. Kehadiran petugas kepolisian untuk mengatur lalu lintas menjadi bukti bahwa antrian ini sudah mengganggu arus jalan.
Kendaraan roda dua dan roda empat mengular panjang hingga ratusan meter. Warga mengaku sudah terbiasa dengan pemandangan ini, terutama untuk mendapatkan BBM jenis solar dan pertalite bersubsidi.
Fenomena ini bukan hal baru di Mentok. Warga Kampung Jawa sebelumnya mengeluh karena antrian solar di SPBU setempat mengular hingga Simpang Aloy dan menutup akses rumah serta toko. Kendaraan bahkan mulai mengantri sejak pukul 01.00 dini hari.
“Bang, minta tolong sampaikan ke instansi terkait. Tolong, akses jalan kami sangat terganggu oleh mobil-mobil yang mengantri solar di SPBU Kampung Jawa ini,” ujar salah seorang warga Mentok,
*Petugas Klaim Stok Aman*
Pihak SPBU menyatakan stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Warga Mentok juga menyebut kondisi masih lebih baik dibanding Pangkalpinang yang antri sampai malam.
Namun panjangnya antrian menimbulkan pertanyaan: apakah ini murni karena kebutuhan, atau ada penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi?
Warga maayarakat minta kepada instansi terkait,
1. *Pertamina*: Perketat pengawasan penyaluran solar subsidi pakai QR Code MyPertamina
2. *Pemda Babel & Polres Babar*: Buat jalur khusus truk dan atur jam operasional antrian
3. *Dinas ESDM*: Evaluasi kuota BBM subsidi untuk wilayah Mentok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada solusi konkret dari pihak terkait. Sementara itu, warga Mentok masih harus rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Tim Kupas Kriminal akan terus mengawal kasus ini.(Kemis)









