Di Duga Merasa Kebal Hukum Pemilik Tong Dan Tromol pengolahan Emas Ilegal Alamri Matiala A.M  Buang Limbah Beracun ke sungai 

Di Duga Merasa Kebal Hukum Pemilik Tong Dan Tromol pengolahan Emas Ilegal Alamri Matiala A.M  Buang Limbah Beracun ke sungai

Kupas kriminal // Sulawesi Utara

Bacaan Lainnya

Limbah Beracun Dari Tong Hasil Pengolahan Emas Bebas Di Buang Ke Sungai Kali putih , Tanpa Mementingkan Dampak kesehatan Masyarakat Di Beberapa Desa Dan Terkesan Kebal Hukum

Awak media ,mencoba melakukan penelusuran ke tempat Pengolahan emas Tong milik ( A.M ) di desa Modayag Kaliputih Kab,bolaang Mongondow Timur, Ternyata Benar Adanya bahkan Sedang dalam keadaan beroperasi .

Dan Hasil sisa pengolahan limbah beracun langsung Di Buang menuju sungai.setelah habis Berproduksi

Ini sudah jelas sangat menghawatir kan , apa lagi bos Lam seorang anggota dewan bolaang Mongondow timur Yang masih aktif sampai saat ini tapi kenapa kok bisa bisanya melakukan perbuatan Yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Bahkan Salah satu Narasumber Melaporkan bahwa kegiatan pengolahan dan pemurnian emas ini Tidak pernah Ada penindakan dari Kepolisian Polres Bolaang mongondow timur ,Padahal jelas jelas ini melanggar hukum dan mengancam lingkungan hidup sekitar dan Keselamatan warga apa lagi limbah hasil pengolahan terang terangan di buang di sungai desa kaliputih Dan limbah tersebut mengalir di beberapa desa lainnya. bukan Hanya Itu Saja ,Saya sering melihat Ada Oknum yang mengaku Wartawan asal Desa biga Yang Sering Berkunjung Di Rumah nya , kemungkinan wartawan kepercayaan nya ,tutur narasumber.

Untuk Mencegah Hal Hal berbahaya yang akan mengancam Warga,Sekiranya bapak Kapolda Sulawesi Utara Bapak ( Irjenpol Roycke Harrie Langie ) Dan Bapak Kapolres Bilang Mongondow timur ( AKBP ,Golfried Hasiholan .S.H M,SI ) Dan ( DLH ) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi untuk segera Mengambil Tindakan tegas kepada pemilik Tong pengolahan emas dan pemurnian Milik oknum Anggota Dewan Boltim ( Alamri matiala A.M ) ,Karena setau kami Tempat tersebut sudah pernah di beritakan ,Tapi Kenapa sampai sekarang masih beroperasi seakan Tidak ada penindakan,Jangan jangan Ada Yang mencoba mem backup Nya.

Awak media sudah mencoba menghubungi yang bersangkutan melalu via WhatsApp,Tapi tidak di tanggapi (F.S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan