Kupas Kriminal//Lampung Barat
Bersama masyarakat Pemdes Tugu Mulya giat gotong royong perbaiki gorong-gorong yang ambles di jalan Simpang Saunan arah Sinar Luas, Sabtu (03/5/2015).
Gotong royong merupakan budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun negara. Gotong royong meliputi kegiatan membersihkan lingkungan, membantu tetangga, membangun infrastruktur bersama, hingga berjuang untuk mencapai kemerdekaan bangsa.
Gotong royong bukan hanya sekedar kegiatan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai persatuan, kesatuan, dan rasa memiliki terhadap kelompok atau bangsa. Melalui gotong royong, masyarakat dapat mempererat hubungan sosial, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun masyarakat yang lebih baik.
Gotong royong juga menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan menghadapi tantangan modernisasi dan urbanisasi. Sebagai warisan budaya luhur, gotong royong perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Gorong-gorong yang amblas menutup aliran air sehingga apabila hujan turun mengakibatkan beberapa kolam dan sawah milik petani mengalami kebanjiran. Sigap dan tanggap Pemdes Tugu Mulya bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki gorong-gorong tersebut.
Distomi, SP, Pj. Peratin/Kades Pekon Tugu Mulya, bersama masyarakat bahu membahu memperbaiki gorong-gorong tersebut secara bergotong royong.
Distomi berharap, budaya bergotong royong jangan sampai di tinggalkan, karena gotong royong merupakan adat dan budaya warisan leluhur kita semua, mari kita pertahankan karena dengan bergotong royong pekerjaan yang membutuhkan waktu cukup lama dengan bergotong royong, maka pekerjaan bisa selesai dengan waktu yang singkat. ucapnya.
Gunawan, pemilik sawah saat musim hujan mengalami kebanjiran merasa lega karena Pemdes Tugu Mulya dengan cepat dan sigap melakukan perbaikan gorong-gorong amblas yang menutupi aliran air.
Saya ucapkan terimakasih kepada jajaran Pemerintah Desa Tugu Mulya, yang telah memperbaiki gorong-gorong tersebut, bukan hanya aliran air yang lancar para pengguna jalan pun tidak terganggu lagi, karena sebelumnya hanya separuh jalan yang bisa dilewatin. pungkasnya. (Dedi sk).









