Kupas Kriminal // Pati
28/03/2026 Ribuan pasang mata menjadi saksi betapa luhurnya tradisi pesisir yang terus dijaga di Kabupaten Pati. Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, kembali memancarkan pesona budayanya melalui perhelatan akbar Kirab Budaya Sedekah Laut. Acara tahunan ini tidak hanya menjadi wujud syukur para nelayan atas limpahan rezeki dari Sang Pencipta, tetapi juga menjadi etalase kerukunan dan sinergi yang luar biasa antara masyarakat dan jajaran pemimpinnya.
Pemandangan yang paling mencuri perhatian dan menerbitkan rasa bangga pada kirab kali ini adalah kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tayu yang turun langsung melebur bersama rakyat. Meninggalkan protokoler yang kaku, para pimpinan ini memilih tampil membumi dan merakyat.
Seperti yang tertangkap dalam potret kemeriahan acara, jajaran Forkopimcam dan perangkat desa tampak gagah menaiki delman atau kereta kuda tradisional yang dihias apik. Di barisan depan, terlihat sinergitas yang solid antara aparatur pemerintahan dan aparat keamanan. Sosok berseragam loreng kebanggaan TNI dengan topi bertuliskan “0718” yang merepresentasikan Kodim 0718/Pati, duduk berdampingan dengan pejabat pemerintahan yang tampil berwibawa mengenakan kacamata hitam dan seragam dinas. Turut mendampingi di belakangnya, tokoh masyarakat atau perangkat desa yang mengenakan kemeja batik biru, menyempurnakan potret harmoni kepemimpinan di Tayu.
Kereta kuda yang dihiasi lukisan pemandangan alam dan kuda putih yang gagah tersebut membelah lautan warga yang antusias. Diiringi oleh ornamen payung susun bernuansa emas khas keraton yang menjulang di latar belakang, kirab ini benar-benar menghadirkan nuansa keagungan budaya Jawa. Senyum hangat dan lambaian tangan para pimpinan kecamatan ini tak henti-hentinya membalas sapaan warga di sepanjang rute kirab, menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan tanpa sekat.
Bagi masyarakat Desa Sambiroto, Sedekah Laut adalah napas kehidupan. Tradisi melarung sesaji ke laut ini merupakan simbol pengharapan agar laut senantiasa bersahabat, memberikan hasil tangkapan yang melimpah, dan menjauhkan para nelayan dari mara bahaya.
Kehadiran jajaran Forkopimcam Tayu dalam kirab ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah dan aparat keamanan terhadap pelestarian kearifan lokal. Ini membuktikan bahwa di Kecamatan Tayu, kemajuan zaman tidak lantas menggerus identitas budaya. Sebaliknya, tradisi justru dirawat bersama sebagai modal sosial untuk memperkuat persatuan, menggerakkan roda ekonomi lokal melalui pariwisata budaya, dan membangun Desa Sambiroto yang semakin sejahtera.
Di bawah terik matahari yang cerah, semangat gotong royong warga Sambiroto dan kepedulian pemimpinnya bersatu padu. Kirab Budaya Sedekah Laut tahun ini sukses menorehkan tinta emas sebagai salah satu perayaan paling membanggakan di pesisir Pati, sebuah warisan yang akan terus diceritakan kepada generasi mendatang.(Anang)









