Kupas Kriminal // Jatim
Isu keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung kembali mencuat di awal tahun 2026. Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin secara terbuka menyampaikan kritik keras terhadap pola kepemimpinan Bupati Gatut Sunu Wibowo yang dinilainya terkesan arogan dan minim melibatkan peran wakil kepala daerah.
Ahmad Baharudin mengaku bahwa selama ini tidak pernah dilibatkan dalam manajemen pemerintahan. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kebijakan strategis. Salah satunya terkait pelantikan 141 pejabat eselon III dan IV yang baru-baru ini digelar Pemkab Tulungagung. Menurutnya, tidak dilibatkannya wakil bupati berdampak pada terhambatnya penyaluran aspirasi masyarakat yang kerap disampaikan kepadanya. “Jika saya tidak dilibatkan dalam perencanaan, tentu saya tidak bisa menindaklanjuti atau memperjuangkan usulan-usulan dari masyarakat,” ujarnya.
Baharudin menegaskan bahwa tidak dilibatkannya bukan hanya terjadi pada pelantikan pejabat, melainkan juga dalam pembahasan manajemen pemerintahan, pembangunan, hingga pengelolaan anggaran daerah. Kondisi ini, kata dia, membuat fungsi wakil bupati tidak berjalan optimal. Ahmad Baharudin juga berpendapat bahwa tidak difungsikannya wakil bupati dalam hal mutasi perangkat daerah tersebut menunjukkan bahwa pimpinan di Kabupaten Tulungagung sangat arogan.
“Pada waktu mutasian kemarin tidak melibatkan wakil bupati dan tidak memfungsikan baperjakat, berarti itu kelihatan banget bahwa pimpinan di Kabupaten Tulungagung ini arogan,” tegasnya…
(Sujiono)









