Jalan Miga Lolowua Terancam Putus  PT Adidaya Cipta Sentosa

Sigap Lakukan Penanganan Darurat Dan Bantah Isu kualitas Bahan Material.

Kupas Kriminal //  Kabupaten  Sumut

Proyek strategis pembangunan jalan Miga – menuju Lolowua, yang dikerjakan oleh PT.Adidaya Cipta Sentosa, kini bergulat dengan tantangan berat akibat cuaca ekstrem dan labilitas tanah.

Dengan nilai proyek mencapai Rp,30 miliar, jalan ini merupakan urat nadi penting bagi mobilitas warga.namun curah hujan yang tak henti-hentinya mengguyur jalan tersebut terjadi titik kritis di km,12 di Desa hiligodu terancam putus. meskipun Tembok penahan sementara telah dibangun,derasnya hujan kembali membuat tanah kembali longsor, dan mengancam kembali akses jalan. Ironisnya,solusi permanen berupa pemasangan turap, baru dianggarkan pada tahun 2026 mendatang.

Menyikapi situasi genting ini PT.Adidaya Cipta Sentosa bergerak cepat bersama dinas PUPR provinsi Sumatera Utara untuk mengambil langkah-langkah darurat,

“Kami telah berupaya untuk memasang tembok penahan sementara,namun curah hujan ekstrim terus memicu terjadinya longsor,”ungkap Maimun bangun,koordinator pengawas lapangan Dinas PUPR provinsi sumatera utara, menggambarkan betapa sulitnya situasi di dilapangan.

Janneti, penanggung jawab dilapangan PT.Adidaya Cipta Sentosa,menegaskan komitmen perusahaan untuk mengatasi masalah ini,”kami siap berkontribusi dengan memasang cerucuk dari batang kelapa dan Drum Aspal belah sebagai penahan sementara.ini adalah bentuk kepedulian kami agar jalan tetap bisa dilalui kendaraan roda empat ,”

Ujarnya kepada awak media Senin,24/11/2025.

Janneti menambahkan, curah hujan yang turun dan melanda pulau Nias menjadi penyebab terjadinya longsor ini. Terkait dengan pemberitaan yang menyebutkan longsornya jalan disebabkan oleh material bahan yang digunakan buruk,Janneti membantah tegas.”selain pemasangan turap, material apapun yang digunakan di ruas jalan ini tidak akan mampu menahan longsor. material tembok penahan sudah sesuai dengan RAB.jika ada yang mengklaim tidak sesuai,dari mana mereka tahu, sementara bukan mereka pelaksana proyek tersebut,”ujarnya.

Maimun Bangun membenarkan koordinasi intensif dengan pihak rekanan telah dilakukan untuk penanganan sementara,”kami berupaya semaksimal mungkin agar jalan ini tidak semakin parah,”jelasnya.Dinas PUPR provinsi sumatera utara terus berkoordinasi dengan PT.Adidaya Cipta Sentosa, untuk mencari solusi terbaik,agar memastikan konektivitas ruas jalan tetap aman dan tidak terputus.(warasi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan