Dugaan Penimbunan Pupuk Subsidi Di Sindang Pagar Makin Viral Netizen Meledak Lampung Barat Naik Daun Harga Masih Ugal Ugalan 

Kupas Kriminal // Lampung Barat

Dugaan praktik penimbunan pupuk bersubsidi di sebuah gudang tanpa papan nama di wilayah Sindang Pagar Kecamatan Sumberjaya Lampung Barat, kembali memicu kemarahan publik.

Setelah berita temuan gudang misterius itu diunggah akun TikTok Kupas Kriminal, respons warganet meledak. Konten tersebut mencapai 239 likes, 50 komentar, dan 50 kali dibagikan, menandakan keresahan warga Lampung Barat sudah mencapai titik didih.

Dalam photo penumpukan pupuk subsidi yang viral itu, terlihat tumpukan pupuk bersubsidi diduga disimpan tanpa izin resmi dan tanpa identitas usaha yang jelas. Hal ini memantik kecurigaan kuat bahwa distribusi pupuk di Lampung Barat sengaja “diputar” oleh oknum sehingga petani terus menjerit dengan harga yang tak kunjung turun.

Netizen: “Harga tetap tinggi! Jangan-jangan ini baru bagian kecilnya!”

Dari pantauan komentar netizen, tampak jelas publik sudah tak percaya lagi pada mekanisme distribusi pupuk di daerah tersebut.

Beberapa komentar pedas warganet:

“Pokokke Lampung Barat naik daun harga kok tetap tinggi.”

“Belum ada penurunan, sampai sekarang pupuk tetap tinggi.”

“Harga tinggi karena ongkos jalan mahal? Ya bangun jalannya dong pemerintah!”

“Itu partai kecilnya, yang gede di mana nih?”

“Lawan sidak tindak mafia pupuk! Di Lambar khususnya Kebun Tebu sudah terlalu ugal-ugalan harganya… terlalu banyak yang membekengi.”

Tak berhenti di situ, warganet dari Suoh hingga wilayah Kebun Tebu juga meminta aparat meninjau daerah mereka yang disebut masih mengalami harga pupuk subsidi yang melambung tak wajar, bahkan jauh dari HET yang ditetapkan pemerintah.

Petani: “Pantas pupuk langka, ternyata numpuk di gudang tanpa nama!”

Sejumlah petani merasa selama ini mereka dipaksa membeli pupuk dengan harga tinggi karena kelangkaan yang diduga sengaja diciptakan oleh para “pemain lama.”

Kecurigaan makin menguat karena gudang yang menjadi viral itu tidak memiliki papan nama resmi, tidak menunjukkan izin usaha yang jelas, serta tidak tampak sebagai distributor resmi yang seharusnya transparan.

Warga Desak Aparat Turun Tangan

Muncul pula desakan keras agar kejadian ini tidak hanya berhenti sebagai konten viral belaka.

Warga meminta:

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk turun langsung meninjau gudang tanpa identitas tersebut.

Polisi & Kejaksaan melakukan penyelidikan mendalam karena publik mencium ada jejaring distribusi ilegal yang diduga membekingi.

Inspektorat & Dinas Pertanian menelusuri apakah pupuk yang menumpuk tersebut benar termasuk kategori subsidi.

Pemda memperbaiki akses jalan agar biaya distribusi tidak kembali dijadikan alasan harga tinggi.

Fenomena Sistemik? Suara Rakyat Sudah Tak Bisa Diabaikan

Gelombang protes ini bukan lagi sekadar keluhan. Viral 239 likes, 50 komentar, dan 50 shares menunjukkan kepercayaan publik benar-benar merosot terhadap rantai distribusi pupuk bersubsidi di Lampung Barat.

Jika aparat tidak segera bergerak, publik khawatir mafia pupuk akan semakin leluasa memainkan harga, sementara petani yang menjadi tulang punggung daerah dibiarkan menderita.

Warga Menunggu Aksi Nyata

Warganet sepakat:

“Usut tuntas! Jangan cuma sidak seremonial. Bongkar sampai ke akar-akarnya!”

Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Lampung Barat menagih ketegasan, bukan lagi janji. (Dedi SK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan