Dampak Buruk Tambang Pasir Silika Terhadap Lingkungan 

Dampak Buruk Tambang Pasir Silika Terhadap Lingkungan

Kupas Kriminal // Pringsewu

Keberadaan PT Muncul Kilau Persada yang bergerak di bidang tambang galian C tambang pasir Silika menjadi keluhan warga sekitar lingkungan perusahaan yang tentunya dapat berpotensi merugikan baik secara moril maupun materil bahkan dapat Menggangu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.

Galian C tambang pasir Silika yang di kelola oleh PT Muncul Kilau Persada yang berlokasi di pekon Panggung Rejo Kecamatan Sukoharjo kabupaten Lampung Tengah yang sudah berjalan dalam waktu kurang lebih satu setengah tahun memberikan dampak buruk pada lingkungan sekitar.

Saat awak media ini mendatangi warga sekitar perusahaan tambang pasir Silika tersebut bapak 2 anak yang berpesan nama saya jangan di tulis semenjak adanya tambang pasir Silika kami merasa di rugikan yang utama adalah tentang air bersih karena semenjak ada perusahan itu kurang lebih setahun setengah ini air sumur kami jadi kering dan untuk kebutuhan air sehari hari kami harus mengambil air (nimba) yang jaraknya lumayan jauh air irigasi yang tadinya maksimal mengaliri sawah warga semenjak ada tambang jadi tidak normal dan berakibat hasil panen menurun terus bising suara alat berat dan kendaraan pengangkut tambang imbuhnya.Hal senada di sampaikan oleh warga yang berada tepat di depan PT muncul kilau persada merasa sangat di rugikan sejak adanya tambang pasir Silika air di sumur kami jadi kering dan kami harus mengangkat air dari jauh sehari dua drum untuk kebutuhan sehari hari  bising juga setiap buka tutup pintu gerbang dan suara alat berat dan kalau saya tegur pihak PT tidak terima seperti ini tadi saya buka gerbang tidak pelan pelan dan berisik saya tegur oknum pekerja yang seperti preman mengajak berantam.

Mendatangi kantor PT muncul kilau persada awak media di temui oleh 2 orang pekerja saat di konfirmasi  bukannya memberikan klarifikasi namun malah sibuk telponan dengan orang lain.

Anehnya pihak perusahaan Gilang (HRD) bersikeras melarang awak media ambil dokumentasi kegiatan tambang pasir Silika tersebut. #( K–@6 )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan