Mirisnya Kondisi SD Negeri 158460 Desa Sialogo, Kecamatan Lumut, Tapteng

Mirisnya Kondisi SD Negeri 158460 Desa Sialogo, Kecamatan Lumut, Tapteng

Kupas Kriminal \\ Sumut

Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 158460 Desa Sialogo sangat memprihatinkan. Mulai dari ruang kelas hingga bangunan utama terlihat dalam keadaan rusak parah. Hal ini berdampak pada sarana belajar-mengajar, termasuk meja dan bangku siswa yang tidak memadai. Situasi tersebut terlihat saat beberapa awak media mengunjungi sekolah ini pada Senin, 6 Januari 2025.

Atap plafon sekolah sebagian besar telah rusak dan amburadul, seperti terlihat dalam dokumentasi. Ruang belajar-mengajar pun terpaksa menggunakan meja dan bangku yang sudah tidak layak pakai. Bahkan, aktivitas di ruang kantor sekolah terganggu akibat kondisi yang sama.

“Tidak hanya proses belajar-mengajar, kegiatan administrasi di ruang kantor juga terganggu,” ungkap salah satu narasumber di lokasi.

Kepala Sekolah SDN 158460 tidak terlihat hadir saat kunjungan media pada hari pertama pasca-libur semester, Senin, 6 Januari 2025. Hal ini semakin menambah keprihatinan terhadap pengelolaan sekolah tersebut.

Kerusakan Parah di Seluruh Bangunan Sekolah.

BACA JUGA : Polres Nganjuk Ungkap Dua Kasus Sabu Dua Tersangka Ditangkap

Memperingati HUT Ke-79 Kodam II/Sriwijaya Kodim 0422/Lampung Barat Syukuran

Kasdim 0402/OKI Bertindak Sebagai Irup Pada Upacara Bendera

Komite sekolah menjelaskan bahwa hampir seluruh atap bangunan sekolah sudah bocor dan sebagian besar bahkan berlubang. Ketika hujan turun, air langsung merembes ke dalam kelas, membasahi lantai, dan membuat ruang belajar tidak nyaman.

“Jika hujan deras, air langsung menggenangi lantai atas dan merembes ke lantai bawah,” jelas salah satu komite sekolah.

Selain itu, banyak ruang kelas di lantai bawah dan atas yang rusak parah. Beberapa kelas bahkan harus digabung karena keterbatasan ruang yang layak digunakan. Kondisi ini membuat siswa kesulitan untuk fokus belajar.

Dan kemudian, Minimnya Fasilitas Belajar.

Saat ini, sebanyak 91 siswa di SDN 158460 tidak memiliki bangku dan meja yang memadai. Sebagian besar meja dan bangku telah hancur dan lapuk dimakan usia. Akibatnya, satu bangku sering kali harus digunakan oleh dua siswa secara bergantian. Bahkan, beberapa guru terpaksa meminjamkan bangkunya kepada siswa agar mereka tetap bisa belajar.

“Meja dan kursi siswa sebagian besar sudah tidak layak pakai, tetapi terpaksa tetap digunakan karena tidak ada pengganti,” tambah komite sekolah.

Harapan Besar dari Warga dan Komite Sekolah.

Komite sekolah mengungkapkan bahwa seluruh bangunan SDN 158460 sudah tidak layak sebagai fasilitas pendidikan di bawah naungan pemerintah. Setiap pagi, siswa harus membersihkan genangan air hujan di ruang kelas sebelum memulai pelajaran.

“Harapan kami, pemerintah segera memperbaiki kondisi sekolah ini. Paling tidak, jadikan sekolah ini sebagai prioritas utama untuk renovasi,” kata komite.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan dapat segera meninjau kondisi sekolah ini dan memastikan waktu pelaksanaan renovasi. Sampai saat ini, belum ada kepastian mengenai rencana perbaikan sekolah tersebut. (Agus G)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan