Gudang Solar Ilegal terbesar di Pesawaran terbakar, Kapolres kecolongan, Apa sudah ada kordinasi dengan jajaran nya .??

Gudang Solar Ilegal terbesar di Pesawaran terbakar, Kapolres kecolongan, Apa sudah ada kordinasi dengan jajaran nya .??

Kupas Kriminal.- Pesawaran . Kapolres Pesawaran dan Polda Lampung Lagi lagi kecolongan, ada Gudang Penimbunan Solar bersubsidi tepatnya di belakang Gudang atau pabrik Es . Lebih tepat dalam titik koordinat j6j2 +QR desa Kurungan nyawa Kecamatan gedong tataan Kabupaten Pesawaran.

Awak media langsung Mendatangi Kejadian Kebakaran Gudang Penimbunan solar Besar besaran yang terbakar dari Tengki kapasitas Besar dalam gudang tertutup rapat. 18/3/26 tepat nya jam 10.38 Malam.

Sudah 4 Mobil Pemadam Kebakaran yang di kerahkan belum juga padam karna di lihat dari tingkat kebakaran sangat besar awak media mencoba menggali informasi ke beberapa warga mengungkapkan, sudah lama pak gudang ini kalau tanah nya punya pak polisi dulu. Tapi gudang ini gak tau punya siapa sering aktifitas mobil keluar masuk. Saya pikir gudang biasa gak tau kalau gudang solar,

Kami mencoba menanyakan ke Anggota kepolisian yang berada di tempat kejadian tidak ada yang memberikan tanggapan apapun serasa Takut alias No Comen.

Dengan adanya kelangkaan BBM solar bersubsidi masih saja ada gudang gudang milik mafia menimbun dan menyalahgunakan subsidi untuk kepentingan pribadi.

Apa tugas kepolisian . Dan tim satgasus yang di bentuk oleh presiden kalau mafia mafia masih bebas menyengsarakan rakyat.

Bukan sekali kejadian kebakaran gudang BBM bersubsidi di Lampung ini akan tetapi entah kenapa tidak ada tersangka yang jelas di gelar konferensi pers di Polda serasa selesai asal ada uang besar.

Kami berharap kepada Pemerintah pusat khusus nya Kapolri ambil langkah tegas para pelakunya agar di berikan efek jera.

Kami menduga Kapolres Pesawaran dan Kapolda Lampung sakit mata terkait adanya gudang gudang ilegal yang masih beroperasi di wilayah Lampung ini. Jangan berani nya sama masyarakat kecil pak tangkap mafia mafia besar ungkap warga yang enggan di sebutkan namanya. ( SAGOLER )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan