Digagas Tokoh Masyarakat Destinasi Wisata Bahari Ini Ingin Ubah Citra Belolaut Dari Jalan Rusak Jadi Kampung Wisata yang Ramai Pengunjung

Kupas Kriminal // Mentok

Jalan Dusun 2 Desa Belolaut memang masih rusak. Tapi di ujung jalan itu, ada harapan baru: “Kelekak Kampung Bahari Nusantara Sukal”. Wisata bahari yang digagas tokoh masyarakat setempat ini jadi bukti warga Belolaut, Mentok, Bangka Barat, nggak cuma mengeluh tapi juga bergerak.

Pantauan Tim Kupas Kriminal, gapura bertuliskan “KAMPUNG BAHARI NUSANTARA LANAL BANGKA BELITUNG” menyambut pengunjung di pintu masuk. Ke dalam, ada dermaga kayu di atas sungai dengan perahu nelayan, jembatan besi, dan spot main anak dari pipa paralon langsung ke kolam alami.

Tokoh masyarakat penggerak wisata ini berharap Kelekak Kampung Bahari Sukal jadi destinasi yang selalu dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Kami ingin kampung ini dikenal. Kalau wisata hidup, UMKM jalan, anak muda punya kerjaan di kampung sendiri,” ujarnya di depan papan “Selamat Datang Di Wisata Kelekak Kampung Bahari Nusantara Sukal”.

Warga Dusun 1 melihat 3 manfaat besar:
*Ekonomi berputar*: Jual ikan bakar, kerupuk Bangka, sewa perahu, homestay.
*Jalan jadi prioritas*: PP 16/2026 mewajibkan RPJM Desa 8 tahun. Wisata tanpa jalan bagus mustahil. Ini dorongan kuat buat Kades, Pemda, dan PT Timah benahi Dusun 2.
*Budaya terjaga*: Adat melaut, keramahan warga, dan alam sungai/mangrove jadi daya tarik edukasi.

Kendalanya tetap sama: akses jalan. Truk sawit overload tiap hari lewat, aspal berlubang. Warga berharap rencana wisata ini sejalan dengan perbaikan infrastruktur lewat APBDes + CSR perusahaan.

Gapura “Kampung Bahari Nusantara Lanal Bangka Belitung” jadi pintu masuk menuju destinasi wisata di Desa Belolaut, Mentok.
Dermaga kayu dan jembatan besi di Kelekak Kampung Bahari Sukak. Perahu nelayan masih aktif, jadi daya tarik wisata bahari.
Tokoh masyarakat penggagas wisata berpose di depan papan “Selamat Datang Di Wisata Kelekak Kampung Bahari Nusantara Sukal”.
Anak-anak Dusun 1 bermain seluncuran pipa ke kolam alami. Wisata edukasi murah meriah jadi ciri khas 𝚔𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗𝚐 bahari tersebut.

2 Desa Belolaut memang masih rusak. Tapi di ujung jalan itu, ada harapan baru: “Kelekak Kampung Bahari Nusantara Sukal”. Wisata bahari yang digagas tokoh masyarakat setempat ini jadi bukti warga Belolaut, Mentok, Bangka Barat, nggak cuma mengeluh tapi juga bergerak.

Pantauan Tim Kupas Kriminal, gapura bertuliskan “KAMPUNG BAHARI NUSANTARA LANAL BANGKA BELITUNG” menyambut pengunjung di pintu masuk. Ke dalam, ada dermaga kayu di atas sungai dengan perahu nelayan, jembatan besi, dan spot main anak dari pipa paralon langsung ke kolam alami.

Tokoh masyarakat penggerak wisata ini berharap Kelekak Kampung Bahari Sukal jadi destinasi yang selalu dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Kami ingin kampung ini dikenal. Kalau wisata hidup, UMKM jalan, anak muda punya kerjaan di kampung sendiri,” ujarnya di depan papan “Selamat Datang Di Wisata Kelekak Kampung Bahari Nusantara Sukal”.

Warga Dusun 1 melihat 3 manfaat besar:
*Ekonomi berputar*: Jual ikan bakar, kerupuk Bangka, sewa perahu, homestay.
*Jalan jadi prioritas*: PP 16/2026 mewajibkan RPJM Desa 8 tahun. Wisata tanpa jalan bagus mustahil. Ini dorongan kuat buat Kades, Pemda, dan PT Timah benahi Dusun 2.
*Budaya terjaga*: Adat melaut, keramahan warga, dan alam sungai/mangrove jadi daya tarik edukasi.

Kendalanya tetap sama: akses jalan. Truk sawit overload tiap hari lewat, aspal berlubang. Warga berharap rencana wisata ini sejalan dengan perbaikan infrastruktur lewat APBDes + CSR perusahaan.

Gapura “Kampung Bahari Nusantara Lanal Bangka Belitung” jadi pintu masuk menuju destinasi wisata di Desa Belolaut, Mentok.
Dermaga kayu dan jembatan besi di Kelekak Kampung Bahari Sukak. Perahu nelayan masih aktif, jadi daya tarik wisata bahari.
Tokoh masyarakat penggagas wisata berpose di depan papan “Selamat Datang Di Wisata Kelekak Kampung Bahari Nusantara Sukal”.
Anak-anak Dusun 1 bermain seluncuran pipa ke kolam alami. Wisata edukasi murah meriah jadi ciri khas 𝚔𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗𝚐 bahari tersebut.(Kemis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan