Oknum LSM Kane Di Halsel Diduga Peras Warga Penambang Ilegal Kusubibi Puluhan Juta Sejak 2024-2025 Mengaku Kegiatan Jurnalis

Kupas Kriminal // Halmahera Selatan

Kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (KANE) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara. Diduga mencoreng nama baik jurnalis dikalangan Masyarakat dan meresahkan sejumlah kepala Desa.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, oknum LSM Kane berinisial AAF diduga mengatas nama untuk kepentingan seluruh Wartawan se Halsel, melakukan pemerasan puluhan juta rupiah kepada penambang emas ilegal di Desa Kusubibi yang dilakukannya secara paksa serta berbagai penekanan dan ancaman terhadap para penambang.

Hal tersebut di ungkapkan beberapa orang penambang di sana berdasarkan bukti catatan pengembalian yang diterima Media ini.

” Semua penambang di sini tau ada cabutan material biji emas untuk semua Wartawan, yang mengambil hasil cabutan dalam seminggu sekali setiap hari selasa itu hanya AAF dari LSM Kane,” kata sumber enggan menyebut namanya, senin (21/04/2024) di Desa Kusubibi.

” Kedatangan dia (AAF) saat ambil uang cabutan selalu dengan penekanan dan ancaman serta bahasa-bahasa yang tidak pantas ke kami, dan mengatas nama untuk kepentingan kegiatan semua Wartawan di Halsel, makanya catatan pengambilan uang yang ada itu ditulis atas nama semua Wartawan.

Uang yang di ambil sudah mencapai di atas 50 juta rupiah sejak tahun 2024 sampai 2025 yang di ambil oleh AAF bersama ketua lembaganya, itu dengan ciri-ciri badan orangnya gemuk dan perut agak buncit,” Ungkap sumber.

Selain AAF, sumber juga menyebut nama Sahrul alias UL turut melakukan hal serupa saat menagih uang dari hasil cabutan material emas mengatas nama hak Wartawan Halsel.

“Jadi kedatangan dorang (mereka) Sahrul biasa di panggil Ul, itu baru satu kali datang meminta uang sebesar 5 juta dengan berbagai penekanan dan mengatas nama Wartawan Halsel ada gelar kegiatan sehingga dalam keadaan terpaksa kami telah berikan uangnya,” Terang sumber.

Tak hanya ini saja, ketua LSM Kane Malut berinisial RS, juga di sebut-sebut oleh sejumlah kepala desa merasa di korbankan.

“Ketua LSM Kane sudah banyak korbankan torang (kami) kepala Desa yang ada ini. Klu dia (RS) sudah tidak lagi punya uang pastinya kepala desa yang di jadikan sasaran menakut-nakuti ancam demo dan mengirim salinan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa serta desak torang (kami) kepala Desa siapkan data LPJ karena dia (RS) akan turunkan masa di atas 50 orang,” Tutur sejumlah kades dengan penuh Kesal.

Menurut mereka, ancaman dan intimidasi serta penipuan yang diduga dilakukan ketua LSM Kane RS bukanlah pertama kali melainkan telah berulang kali.

“Ancaman dan intimidasi, bahkan ada sebagian kades yang mengalami penipuan bukan baru pertama kali yang dilakukan ketua LSM Kane, tetapi sudah dia (RS) jadikan tradisi di Halmahera Selatan, untuk mendapatkan uang.

Jadi coba saudara-saudara Wartawan yang ada ini, kalau bisa kordinasi dengan pihak kepolisian supaya dapat hentikan dia (RS), karena tidak pantas membawa nama Lembaga Swadaya Masyarakat tapi Warga pula yang di korbankan,” Harap korban.

Terpisah, ketua LSM Kane RS dan AAF masih dalam upaya konfirmasi hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan resmi dari kedua bersangkutan.(Tim/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan