3 Desa harapkan pembangunan jalan alternatif penghubung kabupaten NIAS-NIAS BARAT DI Kecamatan Botomuzoi
Kupas Kriminal \\Sumut
NIAS,Sumatera Utara. Masyarakat di Desa sibohou,kecamatan Botomuzoi,kabupaten Nias,terus menyuarakan keluhan mereka, terkait kondisi jalan Alternatif yang rusak parah.jalan ini adalah satu-satunya penghubung vital antara kabupaten Nias-Nias barat, dan kota gunung sitoli.Namun hingga saat ini pembangunan jalan tersebut belum ada juga perhatian dari pihak yang terkait seperti pemerintah daerah maupun provinsi, masyarakat di tiga desa sangat mengharapkan perbaikan jalan tersebut.
Warga menyebut jalan ini bukan hanya sekedar akses antar wilayah, tetapi merupakan jalur utama bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami sudah bertahun-tahun mengharapkan jalan ini di perbaiki,tapi belum ada tanda-tanda pembangunan”.ujar salah satu tokoh masyarakat berinisial yw
Ia menyampaikan bahwa keberadaan jalan tersebut sangat penting untuk menghubungkan Desa-desa di wilayah Botomuzoi dan sekitarnya.bukan hanya sebagai jalur tranportasi, ruas jalan tsb juga mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Namun, karena kondisi jalan yang rusak parah maka hasil panen pertanian sering kali harus di pikul dengan bahu karena kenderaan tidak ada yang melintas.
“Bayangkan saja,untuk membawa hasil tani ke pasar,warga harus menempuh jalur rusak bahkan tidak bisa dilalui dengan sepeda motor”,kata seorang perangkat desa.
Situasi ini dinilai sangat ironis.Ditengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,jalan penghubung ini justru terabaikan.seorang warga menuturkan,sejak thn 2010 yang lalu tdk ada proyek pembangunan ataupun perbaikan jalan di daerah tersebut padahal,jalur ini menghubungkan beberapa desa penting seperti desa simanaere dan desa hiliwaele.
Kondisi ini mendorong masyarakat untuk terus menyuarakan aspirasi mereka.warga berharap pemerintah daerah dan provinsi,bahkan hingga pemerintah pusat, agar segera turun tangan. “kami ingin ada perhatian nyata,bukan sekedar janji.kalau perlu bisa ditinjau langsung ke lapangan dan boleh dilihat sendiri langsung kondisinya,”lanjut tokoh masyarakat tadi.
Permintaan ini bukan hanya demi kenyamanan. tetapi jalan ini juga layak untuk menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga. semakin lama terabaikan,semakin terhambat pula roda perekonomian desa.
Untuk itu,warga berharap agar pemerintah daerah kabupaten Nias dan pemerintah provinsi sumatera utara, memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan jalan tersebut.warga yakin, jika akses diperbaiki, maka dampak positifnya akan langsung dirasakan,terutama dalam memperlancar transportasi dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Seruan ini disampaikan dengan harapan agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata.Masyarakat di desa tersebut ingin segera keluar dari keterisolasian yang selama ini membelenggu aktivitas mereka.Mereka ingin hidup yang lebih baik, dan itu bisa dimulai dari jalan yang layak dilalui.(Warasi).








