Warga Desa Abung Pekurun Keluhkan Tower Internet Pihak PT XL Dan PT Telkomsel Di Duga Tutup Mata

Kupas Kriminal // Lampung Utara

Masyarakat di Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, kini dicekam rasa takut setiap kali hujan turun. Keresahan ini dipicu oleh keberadaan dua menara (tower) telekomunikasi, yakni milik Telkom dan XL, yang letaknya sangat berdekatan dan diduga menjadi penyebab tingginya intensitas sambaran petir di area pemukiman warga hingga mengakibatkan kerusakan barang elektronik maupun Boklam rumah milik warga Kamis (26/03/2026).

Dalam berapa pekan terakhir, intensitas hujan yang disertai petir di wilayah tersebut telah menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit bagi warga sekitar. Banyak peralatan elektronik milik warga dilaporkan rusak, bahkan instalasi lampu rumah padam akibat tersambar daya listrik yang melonjak saat petir menyambar.

Keluhan Warga Terkait Keamanan
Salah satu warga setempat yang namanya tak inggin disebut menyampaikan kekhawatirannya yang mendalam terhadap situasi ini.

Ia juga menambahkan bahwa kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat sudah banyak tetangganya yang mengalami kerugian barang elektronik akibat sambaran petir yang seolah “terpancing” ke area tersebut.

Pihak Pengelola Menara Dinilai Tutup Mata
Hingga saat ini, warga merasa pihak pengelola menara telekomunikasi belum memberikan respons atau solusi terkait dampak sangat kuat.

Sejumlah warga di lingkungan desa Pekurun mengeluhkan keberadaan tower internet Warga menilai keberadaan tower tersebut menimbulkan kerugian karena beberapa peralatan elektronik di sekitar lokasi mengalami kerusakan setelah terjadi hujan disertai petir.

Kepala desa Pekurun Paiman. S.Pd, menyampaikan bahwa keluhan warga sudah berlangsung beberapa waktu terakhir, namun belum ada tindakan nyata dari pihak pengelola tower.

“Beberapa warga mengaku televisi, perangkat elektronik lainnya rusak setelah petir menyambar di sekitar tower. Kami menduga tower itu tidak memiliki grounding atau penangkal petir yang sesuai. standar.

Ia menambahkan, warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera meninjau dan memeriksa kelayakan instalasi serta ijin tower tersebut. Ia juga menekankan pentingnya aspek keselamatan bagi warga sekitar.

“Kami tidak menolak keberadaan jaringan internet, tetapi harus memenuhi standar keamanan. Jangan sampai masyarakat dirugikan, dan dihantui kekhawatiran.” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola tower belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga.

Warga berharap masalah ini segera mendapatkan perhatian, agar tidak terjadi hal-hal yang lebih berbahaya di kemudian hari, terutama saat musim hujan dan petir semakin sering terjadi. (Tabrani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan