Nias// Kupas Kriminal

Truk ekspedisi bermuatan barang sembako dan pakan ternak terbalik saat baru keluar dari kapal penyeberangan KM Wira Nauli yang berlayar dari Sibolga. Mobil truk ekspedisi tersebut baru keluar dari kapal.

Bacaan Lainnya

KM Wira Nauli yang akan mendistribusikan barang bawaan ke kota Gunungsitoli dan kewilaya sekitarnya. Peristiwa tersebut mendapat tanggapan keras dari Ketua Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kepulauan Nias Agust Zega. Ia menilai kondisi dermaga yang tidak layak yang menjadi faktor terjadinya kecelakaan tersebut. Menurut Agust, kualitas infrastruktur Dermaga tersebut yang dikelola PT Pelindo I Gunungsitoli sering dikeluhkan para pengguna jasa.”kerusakan di sejumlah titik dermaga sudah berlangsung lama ini menunjukkan mutu pekerjaan yang rendah sehingga berdampak langsung pada pekerja dan keselamatan kendaraan”. Kata Agus kepada awak media.

Agust menyebut bahwa Dermaga Pelabuhan Gunungsitoli adalah peran strategis sebagai jalur mendistribusikan logistik di Kepulauan Nias. Karena itu, ia menilai aspek keselamatan dan kelayakan infrastruktur seharusnya menjadi prioritas utama pengelola pelabuhan. Atas kejadian tersebut, Senior GMKI Kepulauan Nias mendesak PT Pelindo I Gunungsitoli agar bertanggung jawab terhadap insiden tersebut dan memberi ganti rugi kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan yang terdampak.ganti rugi tersebut menurut Agust, mencakup materiil serta dampak akibat truk ekspedisi yang terbalik tersebut.” Pengelola Pelabuhan harus sepenuhnya bertanggung jawab, pengguna jasa dirugikan dan tidak boleh selesai begitu saja, harus ada penyelesaian,”ujarnya. Selain tuntut ganti rugi Agust juga meminta agar pengelolaan Pelabuhan Gunungsitoli melakukan evaluasi terhadap pengelolaan pelabuhan dan manajemen serta perbaikan Dermaga agar tidak terjadi kembali kecelakaan yang serupa ia mendorong agar dilakukan perombakan manajemen Pelindo I Gunungsitoli, agar pengelola Pelabuhan harus sepenuhnya profesional dan responsif terhadap keluhan publik.

Ia menambahkan, berbagai persoalan di area pelabuhan yang dikeluhkan pengguna jasa termasuk tarif dan keselamatan telah lama menjadi keluhan masyarakat. Namun persoalan tersebut belum ditangani secara tuntas meski daerah Kepulauan Nias termasuk kategori Daerah tertinggal terdepan, dan terluar 3T.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari pihak Pelindo I Gunungsitoli terkait peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi kepada General Manager PT Pelindo I Gunungsitoli sampai saat ini belum ada kepastian untuk peristiwa tersebut. (Warasi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan