Kupas kriminal // Lampung
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel kembali menegaskan diri sebagai garda terdepan dalam menjaga BBM subsidi tetap sampai ke tangan rakyat yang benar-benar berhak. Dan kali ini, satu SPBU di Lampung Timur terbukti “main api” — dan langsung padam oleh tangan Pertamina.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa seluruh SPBU wajib patuh pada aturan distribusi BBM subsidi.
Tidak ada ruang untuk akal-akalan, tidak ada toleransi untuk penyimpangan.
“Petugas kami mengecek lapangan dan menemukan penyalahgunaan BBM Biosolar di SPBU 24.341.128 Desa Srimenanti. Buktinya kuat, pelanggarannya jelas.
Maka kami jatuhkan sanksi keras tanpa kompromi berupa pembinaan serta penghentian penyaluran Biosolar dan Pertalite selama 30 hari,” tegas Rusminto.
Ia memperingatkan lembaga penyalur lain di Lampung agar tidak mencoba-coba “bermain di wilayah abu-abu”.
“Kalau masih ada yang nekat, kami siap bertindak lebih keras. BBM subsidi adalah hak masyarakat yang harus dilindungi. Pertamina berdiri di depan untuk memastikan itu,” katanya.
Untuk tetap menjaga kebutuhan masyarakat, Pertamina memastikan pasokan BBM dapat diperoleh di SPBU 24.341.13 yang berjarak 2,2 kilometer dari lokasi yang disanksi.
Suara Warga: Jangan Cuma Satu! Telusuri Semua SPBU di Lampung!
Langkah Pertamina mendapat sambutan keras dari warga yang selama ini merasa dirugikan oleh kelangkaan BBM subsidi akibat ulah oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.
Beberapa warga menyampaikan harapan langsung:
“Jangan berhenti di Lampung Timur. Telusuri semua selampung —semua! Kalau masih ada SPBU nakal, bongkar!” — Rudi, pengguna Biosolar,Serta Komentar Netizen di sosial Media.
“Kami sering susah dapat solar, tapi di beberapa tempat ada mobil-mobil aneh ngisi berkali-kali.
“Kami minta Pertamina turun total, jangan tinggal satu pun yang main-main.” — Slamet, sopir pikap.
“BBM subsidi itu hak kami rakyat kecil. Kalau ada yang sengaja nyedot untuk kepentingan pribadi, harus dihajar regulasi sampai jera.” — Ibu Yani, pedagang sayur.
Desakan warga menggambarkan satu pesan besar:
➡️ Masyarakat ingin audit total. Razia menyeluruh. Tidak boleh ada SPBU yang merasa aman bermain nakal.
Tuntutan Publik:
Penelusuran Menyeluruh, Bukan Sekadar Satu Kasus
Warga meminta Pertamina, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk:
✔ melakukan inspeksi mendadak di seluruh SPBU Lampung;
✔ menutup celah-celah permainan distribusi;
✔ menindak tegas semua oknum penyalahguna, tanpa pandang bulu;
✔ memastikan BBM subsidi benar-benar sampai kepada nelayan, petani, dan masyarakat yang berhak.
Langkah tegas Pertamina di Srimenanti menjadi pintu pembuka bagi upaya pembersihan lebih besar. Publik pun berharap, operasi seperti ini dilakukan serentak, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Pertamina mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM melalui aparat terkait atau langsung ke Pertamina Contact Center 135. (Dedi/Tim)








