Warga Bilang Takut Air Pam Milik PT Harita Beracun Masyarakat Beli Air Minum Dan Listrik Padam Siang Hari

Kupas Kriminal //Malut

Halmahera Selatan. Warga Masyarakat Desa Kawasi Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Provinsi Maluku Utara (Malut). Ketakutan mengkonsumsi air bersih yang di peroleh dari pam milik PT Harita Grup bercampur racun sehingga untuk mendapatkan air minum seluuruh Masyarakat Kawasi selama inj harus membeli air gelong dari hasil pengeboran yang di kelola pengusaha air di sana.

Bacaan Lainnya

Hal ini di sampaikan beberapa Warga Masyarakat Desa Kawasi saat ditemui Wartawan di Desa Kawasi pada tanggal 30 juni 2024.

Pada Media ini, Warga mengaku sangat merasa kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Kalau di sini yang paling parah mendapatkan air bersih karena kadang kalah airnya sangat kotor sekali meski di gali sumur akan tetapi kotor saja akibat dari lumpur perusahan. Kata Moses Siar

Jadi selama ini rata-rata Masyarakat Kawai konsumsi air bersih harus beli di depot yang di kelola dari pengeboran.

Bukan itu saja kata Moses (62), mengaku kesulitan listrik meski adanya perusahan PT Harita yang beraktifitas penambambangan nickel.

Iya kesulitan seluruh Masyarakat di sini (Kawasi) torang (kami) mengiran hadirnya perusahan bisa menikmati listri 1×24 jam, ternyata listrik hanya menyala di malam hari mulai pukul 18:30 soreh sampai dengan jam 06:30 pagi hari listrik sudah dipadamkan.

Lebih lanjut Moses membenarkan bahwa begitu juga dengan jalan yang dilintasi Warga yang beraktifitas harus melalui di atas lumpur. Ungkap Moses.

Senada disampaikan Armi bungajari mengaku semua Masyarakat tidak lagi mengkonsumsi air pam milik PT Harita.

Semua Masyarakat Kawasi untuk air minum itu dibeli karena semuanya takut air Pam milik perusahan itu mengandung racun. Ungkapnya

Dia menambahkan bahkan listrik sangat sulit bagi pengusaha dagang yang membutuhkan listrik di siang hari seperti es batu, bahkan televisi tidak bisa digunakan di siang hari bagi Masyarakat yang belum memiliki mesin lampu tersendiri. Ucapnya.

Hal ini juga di sampaikan Saidi Jouronga (45) salah satu warga yang menerima rumah di pemukiman yang baru di sediakan PT Harita.

Untk Maayarakat di sini yang masih menghambat itu listri karena dari pemukiman tua Desa Kawasi sampai pindah ke pemukiman yang baru tetapi listri hanya menyala di malam hari, sedangkan di siang hari listri mati. Tutup Saidi.( Jurnalis/Kupas Kriminal )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan